Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa telah melaksanakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Batch 1 secara daring. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 17–19 November 2025, ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari beragam latar belakang.
Peserta yang terlibat mencerminkan keragaman ekosistem pendidikan dan dunia usaha di Sulawesi Selatan. Mereka terdiri atas mahasiswa, dosen, pelaku UMKM, sampai masyarakat umum yang memiliki ketertarikan untuk memahami serta berkontribusi dalam penguatan rantai produk halal di Indonesia.

Pelatihan ini disusun untuk menghasilkan pendamping halal yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam memenuhi standar halal sesuai kebijakan nasional. Melalui penyelenggaraan berbasis daring, LP3H USY memastikan pelatihan tetap mudah diakses, efisien, dan inklusif.
Ketua LP3H USY menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem halal yang kokoh di Kabupaten Gowa. Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah pendamping halal sangat diperlukan untuk mempercepat proses sertifikasi halal, terutama di wilayah dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggi.
“Kami berkomitmen untuk mengambil peran strategis dalam mendukung implementasi Sistem Jaminan Produk Halal. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa dan seluruh pelaku usaha akan terus diperkuat demi terwujudnya ekosistem halal yang progresif dan berkelanjutan, tidak hanya di Gowa, tetapi di seluruh Sulawesi Selatan,” tegas Rintoh Rachim.

Melihat tingginya minat masyarakat, LP3H USY akan segera membuka Pelatihan P3H Batch 2 dengan kapasitas lebih besar, yaitu 50 peserta. Program lanjutan ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan kompetensi di bidang pendampingan halal.
Melalui inisiatif berkelanjutan tersebut, LP3H USY memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia sektor halal yang visioner, responsif, dan adaptif terhadap perubahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi dorongan bagi pelaku usaha dan generasi muda untuk terlibat aktif dalam penguatan industri halal nasional.